Friday, August 30, 2019

AL-QUR’AN SEBAGAI PEDOMAN




Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wa Barakatu...

Cukuplah bagi kita sebagai generasi umat Islam saat ini, sebagai umat nabi Muahammad yang teristimewa,meyakini dengan sepenuh hati bahwa  Al-Qur’an sebagai sebaik-baik petunjuk hidup,sumber kebahagian dan keselamatan ,meyakini dan meridhoi semua hal-hal yang telah Allah atur dalam Al-Qur’an yang mulia.

Allah berfirman dalam surat (AL-BAQARAH ayat 1-2 )  
                                                                                                                                                                                                                                   الم    ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ 

Artinya:

 Alif Lam Mim..kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya,petunjuk bagi mereka yang bertakwa.

Kalau kita meyakini islam sebagai agama yang benar disisi Allah pasti meyakini pula wahyu Allah yakni Al-Qur’an dan meyakini pula nabi yang membawanya yakni nabi Muhammad SAW. Lantas bagi kita sebagai penerus perjuangan islam apa percaya saja sudah cukup bagi kita…?

Perlu diketahui bahwa tidak diterima amal shaleh tanpa iman,dan tidak pula dianggap iman tanpa amal shaleh. keduanya kata nabi harus jalan seiring. iman ibarat akar pohon,dan amal shaleh adalah buahnya. buah  yang  banyak dan manis adalah bukti dari kesuburan pohon, dan pohon yang kuat menyebabkan terawatnya buah yang baik.

Oleh sebab itu, keiman dan perbuatan sangat erat hubungannya. kata amal selalu disertai penyebutannya dengan keimanan dalam sebagian besar dari ayat-ayat Al-Qur’an. Allah berfirman dalam surah (AL-BAQARAH ayat 25)

Artinya: 

Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka disediakan surga-surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai. setiap kali mereka diberi rezki buah-buahan dari surga, mereka berkata ; inilah rezki yang diberikan kepada kami dahulu. merka telah diberi buah-buahan yang serupa . dan disana mereka memperoleh pasangan-pasangan yang suci. mereka kekal di dalamnya..

Dan dalam hadis yang diriwayatkan oleh ( HR.Ath-Thabrani ) rasulullah pernah bersabda : Allah tidak menerima iman tanpa amal perbuatan dan tidak pula amal perbuatan tanpa iman.

Setelah beriman maka beramal shaleh harus berpedoman kepada Al-Qur’an sebagai jalan hidup, artinya Al-Qur’an sebagai landasan utama setiap amal/langkah kita hidup di dunia ini, mencakup segala hal : pola berfikir, cara bersikap dan bertingkah laku, amaliah ibadah baik yang fardhu maupun yang sunah
1.       .~ Pola berfikir yang sehat

Adalah pola berfikir yang sesuai dengan Al-Qur’an dan tidak menyimpang dari Al-Qur’an, pola fikir yang terbimbing dari Allah melalui guru yang shaleh. sebagai generasi yang terpilih jauhkan diri kita berfikir bebas yang mengarahkan diri pada kesesatan, kemusyrikan dan penentangan terhadap Al-Qur’an . penyakit yang menggejala saat ini orang – orang tidak pernah menyaring apa-apa yang telah diterimanya tanpa bertanya kepada ahlinya. hendaklah seseorang itu mencari bekal ilmu agama yang menyeluruh dengan bertanya kepada guru, ulama, kyai, ustad/ustazah yang sholeh dan duduk di majelis ilmu islam.
                                                                                   
2.      ~ Cara bersikap dan bertingkah laku

Yaitu kita sebagai generasi muda menggunakan pedoman kepada Al-Quran dalam bersikap dan bertingkah laku/dengan kata lain kita memelihara akhlak yang Qur’ani. Nabi Muhammad adalah cerminan akhlak Qur’ani. sebagaimana firman Allah dalam surat  ( Al-Ahzab ayat 21 )ا

 Artinya :

Sesungguhnya, telah ada pada  (diri ) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu ( yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat ) Allah dan  ( kedatangan ) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah. 

Dengan mengikuti akhlak nabi Muhammad berarti kita telah berakhlak yang Qur’ani, kita berbakti kepada orang tua, menyayangi keluarga, menghormati tetangga, mendo’akan sesame muslim adalah sebagian dari akhlak yang diajarkan oleh Nabi.

3.     ~  Memelihara amaliah ibadah baik yang wajib maupun yang sunah,

      keduanya senantiasa kita jaga secara istiqomah hingga akhir hayat, dan kita jalankan pula dengan secara istiqomah, karena istiqomah lebih baik daripada 1000 qaromah  istiqomah khoirum min alfi qaromah”. dan semua hanya mengharapkan ridho Allah.

Menjadikan Al-Qur’an menjadi jalan hidup,  juga berarti kita harus senantiasa mempelajarinya tanpa bosan-bosan dan mengamalkannya, belajar dari buaian hingga liang lahat. dan kita akan menjadi sebaik-baik manusia. ”khoirukum man ta’allamal qur’an wa’allamahu” sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.

Singkat kata inti pembahasan ini agar mudah kita ingat. menjadikan Al-Qur’an sebagai jalan hidup adalah memelihara amal kebaikan yang di ajarkan oleh rasulullah secara istiqomah, karena Allah yang didahului dengan keimanan, serta memelihara yang 3: menjaga pola berfikir yang sehat sesuai dengan Al-Qur’an dan sunah dengan belajar ilmu agama dengan guru yang shaleh, berbudi pekerti Al-Qur’an yakni akhlak rasul, dan menjaga keistiqomahan dalam beribadah, yang wajib maupun yang sunah.

Semoga dapat bermanfaat, ”billahitaufiqwalhidayah, ihdinassirotalmustakim

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wa Barakatu

Wednesday, August 28, 2019

wudhu


Hasil gambar untuk wudhu

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabaraku...

Berwudhu merupakan salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan umat Islam jika hendak melaksanakan Shalat dimanapun ia berada. Seperti yang telah disebutkan dalam Al-Qur’an ;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ  
            
Artinya ;

“ Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur “.  ( Q S . Al-Maidah , 6 )

Dan dalam sebuah riwayat dikatakan, Dari Hammam bin Munabbih bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata,  bahwasanya Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasalam  pernah bersabda ; “ Tidak akan diterima shalat seseorang yang berhadast hingga dia berwudhu.” Seorang laki-laki dari hadlramaut berkata , ( apa yang dimaksud dengan hadast wahai Abu Hurairah? ) Abu Hurairah menjawab, “ kentut baik yang bersuara atau tidak.” ( H.R Bukhari ). 
Dalam hadist lain dikatakan “ Atau,jika tercium bau atau tidak “.

 Keutamaan Berwudhu

Adapun keutamaan berwudhu,seperti yang telah dikatakan oleh Al laits dari Khalid dari Sa’id bin Abu Hilal dari Nu’aim bin Al Mujmir berkata, “ Aku mendekati masjid bersama Abu Hurairah, lalu dia berwudhu dan berkata, “ Aku mendengar bahwasanya Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasalam bersabda; “Sesungguhnya umatku akan dihadirkan pada hari kiamat dengan wajah berseri-seri karena sisa air wudhu,barang siapa diantara kalian yang bisa memperpanjang cahayanya hendaklah ia lakukan.”

Dan Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasalam  juga pernah bersabda ; “ Bersuci itu sebagian dari iman, Alhamdulillah itu memenuhi timbangan, Subhanallah wal Hamdulillah pahalanya memenuhi ruang antara langit dan bumi, shalat adalah cahaya, sadawah adalah bukti keimanan, sabar adalah sinar dan Al-Qur’an adalah hujjah ( dalil ) bagimu atau dapat menjadi bumerang bagimu, setiap orang itu pergi menjual dirinya, maka ada orang yang memerdekakan dirinya dan ada yang menghinakan dirinya.” ( H R. Muslim )

~ Bersuci

Dari Abdurahman bin hasanah,beliau berkata, “ Aku pernah bersama Amru bin Ash pergi menemui Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasalam  ,maka beliau keluar membawa perisai ( dari kulit ), kemudian pergi buang air kecil bersembunyi dibalik perisai itu, “ maka kami berkata “ lihatlah, beliau Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasalam buang air kecil, seperti perempuan yang sedang buang air kecil”. Lalu beliau mendengar perbincangan kami, maka beliau Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasalam  bersabda ; “ Apakah kamu tidak mengetahui azab yang pernah diterima oleh seorang dari bani Israil? Biasanya, apabila mereka terkena air kencing, mereka akan memotong bagian yang terkena (percikan najis) air kencing itu. Lalu orang tersebut melarang mereka ( memotongnya ), maka dia disiksa dalam kuburnya”. ( H R. Abu Daud ) “ Shahih Mauquuf “

~ Berwudhu

Dari Humran bin Aban,mantan budak Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “ Saya pernah melihat Utsman bin Affan berwudhu.Beliau  menuangkan air pada tangannya tiga kali,mencuci keduanya, lalu berkumur-kumur dan menghirup air kedalam hidungnya, kemudian mencuci mukanya tiga kali, mencuci tangan kanannya sampai siku tiga kali, lalu mencuci tangan kirinya seperti itu. Kemudian menyapu kepalanya, lalu mencuci kaki tangannya tiga kali, dan berikutnya mencuci kaki kirinya. Setelah itu beliau berkata. ‘ Saya telah melihat Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasalam  berwudhu seperti wudhuku ini.’ Kemudian beliau Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasalam  bersabda “ Barang siapa yang berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian mengerjakan shalat ( sunah wudhu ) dua rakaat, yang dalam kedua rakaatnya itu tidak diselingi dengan pembicaraan lain, maka Allah mengampuni dosanya yang telah lalu.” ( shahih, Ibnu Majah )

~ Membaca Basmalah Ketika Berwudhu

Dari Abu hurairah radhiyallahu ‘anhu,beliau berkata, Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasalam  bersabda “ Tidak sah shalat seseorang  yang tidak berwudhu, dan tidak (sempurna) wudhu orang yang tidak menyebut Asma Allah.” ( Shahih, Abu Daud )

~ Doa Setelah Berwudhu

Dari ‘Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Kami bersama Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasalam  adalah pelayan bagi diri kami sendiri, yaitu kami bergantian mengembala unta kami. Ketika giliranku mengembala unta, pada waktu sorenya aku memasukkan kedalam kandangnya, lalu aku mendapati Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasalam  sedang menyampaikan khutbah kepada orang banyak. Maka aku mendengar beliau bersabda ; “ Tiadalah seseorang diantara kamu berwudhu dengan baik, kemudian dia berdiri mengerjakan shalat ( sunah wudhu )dua rakaat dengan hati yang khusu’, kecuali sungguh berhak baginya ( masuk ke dalam syurga). “ maka aku berkata “Bagus! Bagus! Alangkah bagusnya ungkapan ini!” Lalu ada seorang lelaki di depanku berkata, “ Ungkapan sebelumnya lebih bagus lagi hai ‘Uqbah”, maka aku memandang kepada orang tersebut, ternyata beliau adalah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu. Aku berkata “ Apakah ungkapan itu wahai Abu Hafsah?” Beliau menjawab, “ Baru tadi sebelum anda datang, beliau Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasalam  bersabda ; “ Tidaklah seorang di antara kamu berwudhu dengan baik, kemudian setelah berwudhu dia mengucapkan doa ; “Asyhadu anlaa ilaaha illallahu wahdahu laa syarii ka lahu, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu warasuluhu”,( Aku bersaksi, bahwa tidak ada tuhan selain Allah yang Esa, tidak ada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya),” melainkan dibukakan baginya pintu-pintu syurga yang delapan, dia boleh masuk dari pintu mana saja yang dia inginkan.” ( Shahih ; Muslim )

~Tayamum

Dari ‘Aisyah isteri Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasalam, ia berkata, “ Kami keluar bersama Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasalam dalam salah satu perjalanan yang dilakukannya. Hinga ketika kami sampai di Baida’, atau tempat peristirahatan pasukan, aku kehilangan kalungku. Maka Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasalam dan para sahabatnya mencarinya sementara mreka tidak berada di dekat air. Orang-orang lalu datang kepada Abu Bakar Ash Shidiq seraya berkata, ‘Tidakkah kamu perhatikan apa yang telah diperbuat oleh ‘Aisyah? Dia telah membuat Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasalam dan orang-orang tertahan ( dari melanjutkan perjalanan ) padahal mereka tidak sedang berada dekat air dan mereka juga tidak memiliki air! ‘Lalu Abu Bakar datang sedangkan saat itu Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasalam meletakkan kepalanya di pahaku. Abu Bakar lalu memarahiku dan mengatakan sebagaimana yang dikehendaki Allah untuk ( Abu Bakar ) mengatakannya. Ia menusuk lambungku, dan tidak ada yang menghalangiku untuk bergerak (karena rasa sakit) kecuali karena keberadaan Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasalam yang di pahaku.” Kemudian Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasalam bangun diwaktu yang subuh dalam keadaan tidak memiliki air. Allah Ta’ala kemudian menurunkan ayat tayamum, maka orang-orang pun bertayamum.” Usaid bin Al Hudlair lalu berkata, “Tidaklah ‘Aisyah keuali awal dari keberkahan keluarga kamu wahai Abu Bakar!” ‘Aisyah berkata, “ kemudian onta yang aku tunggangi berdiri yang ternyata kami menemukankalungku berada dibawahnya.” ( H R.Bukhari ; 322 )

Adapun Ayat dari Al-Qur’an yang mengatakan tentang tayamun dapat kita lihat di atas ( Q S . Al-Maidah , 6 )

Sekian dulu yang dapat kami sampaikan..

Assalamu’alaikum Warahmautullahi wabarakatu....

Saturday, August 17, 2019

Mengenal Istilah-istilah dalam Islam

Hasil gambar untuk istilah-istilah dalam islam


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatu.....

Banyak diantara kita yang masih binggung atau tidak tahu tentang istilah-istilah yang sering kita jumpai di pengajian atau ceramah-ceramah yang sering kita dengar,berikut adalah istilah-istilah dalam Islam dan penjelasannya ;

1.Mazhab

adalah penggolongan suatu hukum atau aturan yang setinggkat dibawah firkah,yang dimana firkah merupakan istilah yang sering dipakai untuk mengganti kata " denominasi " pada islam, Kata Mazhab berasal dari bahasa Arab,yang berarti jalan yang dilalui dan dilewati,sesuatu yang menjadi tujuan seseorang baik konkret maupun abstrak.sesuatu dikatakan Mazhab bagi seseorang jika cara atau jalan tersebut manjadi ciri khasnya.Menurut para ulama dan ahli agama Islam,yang dinamakan Mazhab adalah metode "manhaj" yang dibentuk setelah melalui pemikiran dan penelitian,kemudian orang yang menjalaninya menjadikannya sebagai pedoman yang jelas batas-batasnya,bagian-bagiannya,dibangun diatas prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah.
Contoh : Mazhab Maliki,Hanafi,Syafi'i,Hanbali,dll.

2.Sanad

Dari segi bahasa artinya Sandaran,tempat bersandar,yang menjadi sandaran.sedangkan menurut istilah ahli hadist sanad yaitu ( jalan yang menyampaikan kepada mantan hadist.
Contoh ;(Dikabarkan kepada kami oleh Malik menerimanya dari Nafi yang menerimanya dari Abdullah ibnu Umar bahwa Rasulullah Shalalahu 'Alaihi Wasalam bersabda :...).
maksudnya ; pesan yang disampaikan oleh Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasalam didengar atau disampakain kepada Abdullah ibnu Umar,kemudian pesan tersebut disampaikan oleh Abdullah ibnu Umar kepada Nafi,kemudian Nafi menyampaikan pesan tersebut kepada Malik. jalur pesan tersebutlah yang dinamakan dengan SANAD.

3.Khilafah dan Khalifah

Khilafah didefenisikan sebagai sebuah sistem kepemimpinan umum bagi seluruh Muslim di dunia untuk menerapkan hukum-hukum Islam dan mengemban dakwah islam ke seluruh penjuru dunia.sedangkan orang yang memimpin sistem tersebut dipanggil sebagai Khalifah ( Zaman Abu Bakar),Amirul Mukminin ( Zaman Umar bin Kattab ), Imam Ali ( Zaman Ali bin Abi Thalib )

4.Salafi / Salafiyyah

Adalah salah satu metode dalam agama Islam yang mengajarkan syariat Islam secara murni tanpa adanya tambahan dan pengurangan,berdasarkan pada syariat yang ada pada generasi Rasulullah Shalalahu 'Alaihi Wasalam dan para sahabat kemudian setelah mereka (murid para sahabat) dan setelahnya (murid dari para murid sahabat)

5.Habib / Habeeb

Adalah nama depan dari lelaki berbangsa arab,terkadang juga nama belakang yang berarti " yang tercinta" atau " yang terhormat",diasosiasikan sebagai gelar kehormatan bagi kerabat Rasulullah Shalalahu 'Alaihi Wasalam.

6.Bid'ah

Adalah perbuatan yang dikerjakan tidak menurut contoh yang sudah ditetapkan,termasuk menambah,mengurangi ketetapan.Secara umum istilah ini memiliki arti inovasi,pembaruan atau doktrin sesat.

7.Ta'aruf

Adalah kegiatan berkunjung kerumah seseorang untuk berkenalan dengan penghuninya.Ta'aruf dapat menjadi langkah awal untuk mengenalkan dua keluarga yang akan menjodohkan salah satu dari anggota keluarganya.Ta'aruf dapat pula dilakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju dan tinggal menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk dilanjutkan ke pernikahan.

8.Ahlus-Sunah wal Jama'ah ( Aswaja )

adalah suatu golongan yang menjalankan sunah Rasulullah Shalalahu 'Alaihi Wasalam dengan penekanan pada peneladanan peri kehidupan Rasulullah Shalalahu 'Alaihi Wasalam.

9.mahram / muhrim

adalah semua orang yang haram untuk dinikahi selamanya karena sebab keturunan,persusuan dan pernikahan dalam syariat Islam,Muslim di Asia Tenggara sering salah dalam menggunakan istilah Mahram ini dengan kata Muhrim,sebenarnya kata Muhrim memiliki arti yang lain.Dalam bahasa Arab,kata Muhrim (muhrimun) artinya orang yang berirham dalam ibadah haji sebelum bertahallul.sedangkan kata Mahram (mahramun) artinya orang-orang yang merupakan lawan jenis kita,tetapi haram(tidak boleh) kita nikahi sementara atau selamanya.

10.Ijtihad

adalah sebuah usaha yang sungguh-sungguh,yang sebenarnya bisa dilakukan oleh siapa saja yang sudah berusaha mencari ilmu untuk memutuskan suatu perkara yang tidak dibahas dalam Al-Qur'an dan hadist dengan syarat menggunakan akal sehat dan pertimbangan yang sangat matang,sebaiknya dilakukan oleh orang yang sudah ahli dalam masalah agama Islam".

tujuan Ijtihad adalah untuk memenuhi kebutuhan manusia akan pegangan hidup dalam beribadah kepada Allah Azza Wa Jalla di suatu tempat tertentu atau pada waktu tertentu.Orang yang melakukan Ijtihat disebut Mujtahid.

11.Syekh

adalah kata dari bahasa Arab yang artinya kepala suku,pemimpin,tetua,atau Ahli dalam agama Islam.

12.muhajirin

adalah sebutan untuk para pengikut Rasulullah Shalalahu 'Alaihi Wasalam yang hijrah meninggalkan Mekkah,dalam rangka menjaga keimanan mereka dan menyelamatkan diri dari penindasa penduduk mekkah,yang menentang dakwah Islam di kota tersebut.kaum muhajirin sempat melakukan hijrah  ke dua tempat,yang pertama ke Habsyah,dan yang terakhir ke Madinah.

13.Hijrah

Dalam kontek bahasa bisa berarti " Memutuskan hubungan " misalnya ; seseorang  meninggalkan kampung halamannya menuju ke te,pat lain,dalam hal ini,dia memutuskan hubungan antara dirinya dengan kampung halamannya.
Hijrah dalam kontek agama berarti " Memutuskan atau meninggalkan apa yang dibenci Allah menuju apa yang dicintai-Nya,atau yang dikenal dengan istilh "Hijrah kepada Allah dan Rasulnya"

14.Ikhtilaf / Khilafiah

adalah istilah dalam kajian hukum islam yang berarti perbedaan,perselisihan ,dan pertukaran.Al-Qur'an sebagai pedoman hidup bagi umat islam menyebutkan ikhtilaf pada tujuh ayat dan kata jadiannya pada sembilan tempat.kata Ikhtilaf sering pula disebut dengan kata "Khilafiah" yang memiliki arti perbedaan pandangan diantara para ulama terhadap suatu persoalan hukum.Khilafiah juga dapat terjadi pada aspek lain seperti Politik,Dakwah,dan lain-lain.

15.Dalil

adalah suatu hal yang menunjuk kepada apa yang dicari,berupa alasan,keterangan dan pendapat yang merujuk pada pengertian,hukum, dan hal-hal yang berkaitan dengan apa yang dicari.Dalam Islam dalil dibagi menjadi dua yaitu ; Dalil Naqli ( berasal dari Al-Qur'an dan Hadist ),. Dalil Aqli ( pemikiran dari para ulama)

16.Syubhat

Merupakan istilah dalam agam islam yang menyatakan tentang keadaan yang samar tentang kehalalan atau keharaman dari sesuatu.Syubhat juga dapat merujuk kepada sebuah keadaan kerancuan berfikir dalam memahami sesuatu hal,yang mengakibatkan sesuatu yang salah terlihat benar atau sebaliknya. Dalam permasalahan kontemporer seringkali umat yang awam menghadapi permasalahan yang belum jelas dan meragukan sehingga dibutuhkan keterangan atau penelitian lebih lanjut,syariat Islam menurut segala sesuatu dilakukan atas dasar keyakinan bukan keragu-raguan.Sering kali dibutuhkan fatwa dan Ijtihat ulama untuk memutuskan suatu hikum.

Itulah istilah-istilah yang sering kita dengar dipengajian-pengajian agama,sebenarnya masih banyak lagi Istilah-istilah lainnya dalam agam Islam,mungkin akan kita bahas diArtikel selanjutnya.maaf jika ada kekurangan dalam penjelasan.

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatu.....




Friday, August 16, 2019

Ketentuan - ketentuan dalam melaksanakan Pernikahan

Hasil gambar untuk nikah


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatu....

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas masalah yang sering dilupakan oleh sebahagian pemuda/pemudi yang pada dasarnya sudah dianjurkan baginya untuk segera melakukan pernikahan,tetapi banyak diantara mereka yang mencari-cari alasan ketika ditanyakan kepada mereka "Kapan nikah..?" jawabannya sering kita dengar "belum siap,masih fokus karir." dll.

Dalam Al-Qur'an Allah Berfirman :

                                  وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Artinya:
        "Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." (Q.S An-Nur  ayat 32)

Dalam ayat diatas Allah menyuruh kita untuk menyegerakan bagi yang belum menikah untuk segera manikah,dan bagi yang memiliki anak/kemenakan yang sudah siap untuk menikah,untuk segera menikahkannya.

 Adapun hadist Rasulullah Shllallahu 'Alaihi Wasallam diantaranya; Dari Alqomah,dia berkata,"Aku pernah berjalan bersama Abdullah di Mina,lalu Utsman r.a menemuinya untuk berbincang dengannya.Utsman bertanya kepada Abdullah.'Hai Abu Abdurrahman! Tidakkah kamu mau jika kami mengawinkanmu dengan seorang gadis yang dapat mengingatkanmu sebagian dari masa lalumu.? Kata Alqamah,"Abdullah menjawab,'Jika kamu katakan itu,maka sungguh Rasulullah Shllallahu 'Alaihi Wasallam telah bersabda kepada kita "Wahai para pemuda!Barang siapa diantara kalian telah mampu dalam biaya nikah maka hendaklah ia menikah,karena menikah bisa menundukkan penglihatan dan menjaga kemaluan.Barangsiapa belum mampu maka hendaklah ia berpuasa,karena berpuasa dapat menjadi perisai baginya" ( H.R Muslim )

- Syarat - syarat  menikah

* Sama - sama beragama Islam
* Bukan pria Mahrom bagi calon istri dan sebaliknya
* Mengetahui Wali Akad nikah
* Tidak sedang melaksanakan Haji
* Tidak karena paksaan

- Rukun - rukun menikah

* Ada pengantin pria
* Ada pengantin Wanita
* Ada wali nikah bagi yang wanita
* Ada saksi nikah
* Ijab
* Dan Qabul

Itulah syarat dan Rukun nikah,menurut ajaran Islam. ada pun hal-hal seperti gedung tempat melaksanakan pernikahan,orgen,dll,itu merupakan hal-hal yang tidak akan mengganggu ke "SAH " an dalam pernikahan. Ada sebuah hadist yang patut kita renungi,hadist tersebut mengenai anjuran Rasulullah Shllallahu 'Alaihi Wasallam agar proses pernikahan dibuat sesederhana mungkin tanpa ada Tabdzir ( mubadzir harta ) dan beban yang berat.

Rasulullah Shllallahu 'Alaihi Wasallam bersabda; "Sebaik-baik pernikahan adalah pernikahan yang paling sederhana". ( H.R. Abu Daud )

Benarlah sabda Rasulullah Shllallahu 'Alaihi Wasallam.Karena sepasang kekasih akan sangat membutuhkan materi setelah pernikahan dilaksanakan dan bukan ketika resepsi pernikahan dilansungkan.jangan menjadi pasangan yang kurang materi hanya karena telah mengamburkan harta dimasa resepsi pernikahan.

maka dari itu,Rasulullah Shllallahu 'Alaihi Wasallam pula telah menganjurkan untuk kaum wanita agar meringankan maharnya (mas kawin).sebagaimana Rasulullah Shllallahu 'Alaihi Wasallam bersabda; "Sesungguhnya dari keberkahan seorang wanita adalah dengan meringankan proses khitbah (lamaran) dan meringankan maharnya." ( H.R Ahmad."hasan" )

- Yang Tidak Boleh Dinikahi

Adapun orang -orang yang tidak boleh kita nikahi,telah disebutkan dalam (Q.S An Nisa  ayat 23 )

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالَاتُكُمْ وَبَنَاتُ الْأَخِ وَبَنَاتُ الْأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللَّاتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللَّاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللَّاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلَائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلَابِكُمْ وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الْأُخْتَيْنِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

Artinya : "Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

itulah beberapa ketentuan - ketentuan dalam melaksanankan pernikahan dalam agama islam,jika ada kekeurangan/kesalahan kami minta maaf..

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatu....


Wednesday, August 14, 2019

Menjadi Kaya itu Perlu.....TAPI......

Hasil gambar untuk Harta

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatu.......

Tak dipungkiri,banyak orang mendambakan bahwa setelah membangun rumah tangga ekonomi semakin mapan,atau bahkan berharap untuk bisa kaya raya.Memang sah-sah saja seseorang memiliki cita-cita untuk menjadi orang kaya karna sisi cela bukan terletak pada harta,tetapi kesalahan yang terletak pada orang yang mengelolanya.

 #Kaya itu Perlu

harta dimata orang yang berilmu adalah sarana yang dengannya ia hendak melampaui orang lain dalam hal takwa dan amal shaleh.Kita pantar iri dengan orang ini,iri untuk menjadi seperti dia,memiliki harta namun menggunakan hartanya sesuai dengan ilmunya.Sikap ini telah diambil oleh generasi pendahulu kita yang ulama,murid-murid dari guru besar para da'i,Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

 Diriwayatkan oleh Abu Hurairah dalam shahihain ; Orang-orang fakir dari kalangan muhajirin mendatangi Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam sembari berkata ; "Wahai Rasulullah,orang-orang yang kaya mendapatkan derajat yang tinggi dan nikmat yang melimpah (dalam riwayat lain;orang-orang kaya memborong pahala).Nabi bertanya ; "Mengapa demikian.?" Mereka menjawab ;"Mereka shalat sebagaimana kami shalat,mereka shaum sebagaimana kami shaum,sedang mereka bisa bersedekah dengan kelebihan harta mereka,sedangkan kami tidak,mereka mampu memerdekakan budak ,sedangkan kami tidak.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam Bersabda ;" Maukah aku ajarkan kepada kalian suatu amalan yang dengannya kalian mampu menyusul keutamaan orang-orang yang tekah didepan kalian dan kalian lebih unggul dari orang-orang yang ada dibelakang kalian,tiada seorangpun yang mengungguli kalian kecuali mereka yang beramal dengan apa ayng kalian amalkan?" Dengan penuh antusias mereka menjawab ;"Mau wahai Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam".Beliau bersabda ; "Hendaklah kalian bertasbih,bertakbir dan bertahmid setelah selesai shalat wajib masing-masing 33 kali."

Merekapun kembali dengan suka cita,berharap mampu menggungguli amal orang-orang yang kaya.Abu shalih yang mendengar riwayat ini dari Abu Hurairah berkata ; " Tak lama kemudian orang-orang fakir dari golongan muhajirin kembali kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan berkata, "Saudara-saudara kami dari golongan orang kaya mendengar apa yang kami amalkan (sebagaimana yang engkau ajarkan kepada kami dahulu),lalu mereka mengamalkan apa yang kami amalakan." Begitulah,orang-orang kaya juga tidak mau kalah dari orang-orang yang kurang mampu dalam urusan amal shaleh.Mendengar hal itu nabi bersabda ;"Itulah Karunia Allah,Dia memberikan kepada siap saja yang Dia kehendaki.".

# Ingin kaya ...? Boleh, Tapi.......

Rata-rata setiap orang pernah berangan-angan menjadi orang kaya. Memiliki mobil,rumah mewah,harta yang berlimpah.Yang terbayang serba "wah" dan indah.Padahal tak selalunya harta membawa kepuasan dan kenikmatan,banyak jiwa terjajah meski jasad kelihatan gagah,ruh kelaparan ditengah timbunan harta kekayaan,nafsu kehausan mimpikan angan,sedang emas permata telah berada ditangan,harta tak selalunya mendatangkan kepuasan.

Ada orang yang dulunya masih hidup terasa susah,ekonomi pas-pas an,kerja harus banting tulang dan perah keringat,mungkin orang berfikir jika nantinya hidup telah mapan,ia akan istirahat.Kelak akan memfokuskan perhatian untuk ibadah.Padahal Tabiat dunia yang diburu bukanlah demikian.Ketika sebagian dunia telah teraih,bagian lain akan bersolek mempercantik diri hingga orang pun akan berhasrat untuk merengkuh segala pesona yang dimilikinya.

Orang tak pernah terpuaskan meski telah mendapat jatah terbesar dalam perolehan dunia,seandainya manusia memiliki satu ladang yang penuh dengan emas,niscaya akan memburu ladang yang kedua,ketiga,dan seterusnya.

kesibukan untuk meraup dunia sebesar-besarnya ini,umumnya menyebabkan manusia lupa tugas utamanya sebagai hamba Allah,bahwa dia diciptakan bukan untuk menetap di dunia.Adam diturunkan ke dunia bukanlah untuk bertamasya,bahkan untuk menebus dosa.Bahwa dunia hanyalah jalan semata,menuju Jannah/Neraka.

Semakin gigih perburuan terhadap dunia dan perlombaan perburuan harta membuat manusia terlena,bahwa kematian bisa datang tiba-tiba.Ajal datang disaat dia merasa nyaris meraih angannya,untuk menyandang gelar terkaya,termegah,ter"WAH",tersukses.namun yang ditemui adalah dampratan. Dalam Al-Qur'an disebutkan ;
                                                                                                            أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ,   حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ
Artinya;
     "Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,sampai kamu masuk kedalam kubur" ( QS.At-Takatsur; 1-2 ).

Kondisi inilah yang dikhawatirkan oleh ,Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam,disaat melimpahnya harta justru berpotensi mendatangkan petaka,racun yang dibawanya jauh lebih berbahaya dari kefakiran dan miskin harta.Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda : "Demi Allah,bukan kefakiran yang aku khawatirkan terjadi atas kalian.Akan tetapi yang aku khawatirkan adalah ketika dunia dihamparkan atas kalian sebagaimana dihamparkannya dunia bagi orang-orang sebelum kalian.Lalu kalian akan saling berlomba memperebutkannya sebagaimana mereka telah berlomba-lomba.Lalu kalian akan binasa sebagaimana mereka binasa."  ( HR.Bukhari )

# Menjadi Sombong Karenanya

Pada tingkatan perolehan dunia tertentu,manusia masih tamak untuk meraih yang lebih dari apa yang telah ada ditangannya.Disisi lain,sikap terhadap orang yang levelnya berada dibawah statusnya mulai berubah.Angkuh,merasa diri lebih,merasa diri telah berkecukupan,bahkan merasa tidak butuh lagi dengan norma agama yang mungkin disangkanya sebagai kendala untuk meraih obsesinya.Seruan juru dakwah yang menyeru ke jalan Allah pun tak ditanggapinya,terlebih jika sang da'i tidak memiliki status sosial yang tinggi dan dari golongan menengah kebawah.Sikap sinis amat nampak pada diri mereka,inilah watak kebanyakan orang kaya,kecuali yang dirahmati Allah ;

                                                             وَمَا أَرْسَلْنَا فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتْرَفُوهَا إِنَّا بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ كَافِرُونَ
Artinya ;
        "Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatanpun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: "Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya".

Maka hendaknya orang yang berharta takut jika dengan hartanya membuatnya terpedaya,berpaling dari mempelajri agama dan mengamalkannya,atau malu memasuki masjid karna pengunjungnya rata-rata kalangan menengah kebawah.Inilah petaka yang besar bagi orang yang berharta.

# Tak Pedulu Cara Mendapatkannya

Perlombaan menimbun harta yang dilakukan manusia yang tipis imannya,berlanjut pada efek yang lebih tragis,kebanyakan peserta lomba tidak bermain secara sportif.ingin menang dengan segala cara meski dengan sikut sana,sikut sini,tak pedulu dengan aturan yang telah diterapkan dalam agama,toh dia merasa tidak butuh dengan aturan sang Pencipta.Fenomena menghalalkan segala cara untuk mendapatkan harta makin nyata didepan mata.Persis,seperti yang telah dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam :
  "Sesungguhnya akan datang atas manusia,suatu zaman dimana orang tidak peduli dengan cara apa dia mendapatkan harta,apakah dari yang halal,ataukah yang haram."

Korupsi menjadi tradisi,kolusi,menjadi hobi,riba dianggap biasa dan praktik merampas hak orang lain dengan tipu daya meraja lela.Yang penting keinginan terpenuhi,kebutuhan makan tercukupi,hutang tertutupi dan bensin mobil full terisi.

Padahal makan yang masuk kedalam tubuh ibarat bibit yang ditanamkan di perut bumi.Jika yang masuk adalah harta yang haram,maka apa yang dihasilkan oleh tubuh berupa aktifitas dan perbuatan juga berupa tindakan yang haram,Sehingga Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda ; "Daging yang tumbuh dari barang yang haram,neraka adalah layak baginya."  Disamping,kecerobohan dalam mencari ma'isyah itu akan berubah mandulnya potensi do'a. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengatakan doa yang dipanjatkan oleh para konsumen barang haram ; "FA ANNA YUSTAJAABU LAHU",Bagaimana mungkin akan dikabulkan doanya?

Marilah sama-sama kita intropeksi diri kita masing-masing,sudahkah kita mendapatkan harta yang kita miliki dengan cara yang halal,sudahkah kita melindungi keluarga kita dari makanan-makan yang haram.semuanya kembali kepada diri kita masing-masing...Allahu 'alam.

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatu....


                                                                                                 ( Ust.Abu Umar Abdillah )


Monday, August 12, 2019

Ada Doa Dalam Tutur Kata

Hasil gambar untuk ada doa dalam tutur kata

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wa Barakatu...

Qul Khairan Aw Liyasmut ,  berkatalah yang baik atau diamlah,kalimat yang pendek yang terucap dari lisan mulia Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wa Salam ini sangatlah berharga untuk selalu diingat oleh setiap muslim.Tak hanya menyelamatkan didunia bahkan di akhirat ia bisa tertolong karena telah menjaga kalimat-kalimat yang akan dikeluarkan dari lisannya ketika di dunia.

Bila telah terbiasa mengucapkan perkataan yang baik,maka disaat mendapatkan musibah ataupun dalam keadaan marah maka yang keluar adalah perkataan yang baik,sebaliknya jika sudah terbiasa mengucapkan perkataan yang buruk pada kesehariaannya maka terlebih lagi di saat mendapat goncangan dan kebingungan maka sangat mudah sekali keburukan yang akan keluar dari lisannya.

Diriwayatkan dalam shahih Muslim,suatu hadist yang panjang dari sahabat Jabir r.a. sesungguhnya ada seseorang yang berkata kepada untanya :

"...Kami pernah berjalan bersama Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wa Salam dalam perperangan Buwath,beliau mencari Al-Majdi bin Amru al juhadi.Unta yang diberi minum dijaga oleh lima,enam dan tujuh orang,kemudian salah satu penjaga unta dari Anshar mengelilingi unta miliknya,setelah unta dideramkan kemudian ia naik.Ia menggusah untanya tetapi tetap saja diam,lalu ia berkata kepada untanya :

Hus,semoga Allah Azza Wa Jalla melaknatmu.Lalu Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wa Salam bertanya; Siapa yang melaknat untanya itu?" ia menjawab;saya ya Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wa Salam,,kemudian Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wa Salam bersabda : "Turunlah,jangan menyertai sesuatu yang terlaknat.

Janganlah kalian mendoakan keburukan pada diri kalian sendiri,jangan mendoakan keburukan kepada anak-anak kalian,jangan mendoakan keburukan kepada harta-harta kalian,janganlah kalian menepatisaat dikabulkannya doa dari Allah Azza Wa Jalla lalu Ia mengabulkannya untuk kalian..."
( H.R. Muslim)

Perkataan yang terucap meski spontan merupakan doa,baik untuk diri kita atau siapa saja yang mendapat komentar dari lisan kita.Kejadian yang tidak mengenakkan ditambah dengan kata-kata buruk bisa memperburuk situasi pada akhirnya,maka apapun keadaanya kebaikanlah yang harusnya terucap,mudah-mudahan lebih meringankan kondisi yang sulit bahkan bisa jadi keadaanya terbalik menjadi mudah san memudahkan yang lain.

Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wa Salam biasa mendoakan kebaikan kepada sahabatnya,tidak hanya yang tua dan muda.Yang masih kecil pun tidak tertinggal dari doa Beliau,bahkan ketika Beliau sakit,masih saja terucap doa kebaikan untuk orang lain.

Dari Muhammad bin Usamah bin Zaid dari ayahnya yaitu Usamah bin Zaid,ia berkata; "Ketika Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wa Salam sakit keras,aku bersama orang-orang pergi ke Madinah,lalu aku menemui Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wa Salam,beliau diam dan tidak berbicara,setelah itu beliau mengangkat kedua tangannya ke langit dan menunjuk kepadaku,aku tahu bahwasanya beliau mendoakanku."

Dan Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wa Salam pernah juga mendoakan Anas bin Malik,yang ketika itu Anas bin Malik masih kecil.Dari Tsabit dari Anas katanya ;

Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wa Salam pernah menemui kami ketika tidak ada seorangpun selain aku,ibuku,dan Ummu Haram,bibiku.lalu beliau bersabda ;

"Berdirilah kalian,aku akan shalat bersama kalian diluar waktu shalat." Maka beliau shalat bersam kami." Seseorang bertanyakepada Tsabit; " Dimanakan beliau meletakkan Anas?" Tsabit menjawab; Beliau meletakkan Anas di sebelah kanannya,lantas beliau mendoakan kebaikan kepada kami,ahli bait,dengan kebaikan dunia dan akhirat." Kemudian ibuku berkata; "Wahai Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wa Salam,pelayan kecilmu ( Anas ) tolong doakanlah kebaikan untuknya!" Beliau kemudian mendoakan segala kebaikan untukku,terakhir kali doa beliau untukku adalah dengan bacaan ALLAAHUMMA AKTSIR MALAHU WAWALADAHU WABAARIK LAHU FIIHI ( Ya Allah,perbanyaklah hartanya dan anaknya,dan berilah berkah padanya dan baginya ). ( H.R. Muslim )

Berdoa untuk mendapatkan dunia yang banyak bukanlah tanda ketamakan dan aib,hanya saja dunia yang dipintakan haruslah disertai dengan meminta berkahnya.Sedikit tapi berkah itu menyelamatkan dan harta yang banyak yang berkah itu tidak membahayakan yang memilikinya bahkan menyelamatkannya di akhirat karena ia menunaikan haknya serta tidak dibuatnya lalai dalam urusan akhiratnya.

Dalam riwayat muslim ini seolah-olah hanya dunia saja yang dipintakan,padahal kalau dunia (harta dan anak) memberkahi pemiliknya,maka ia mengandung permintaan keselamatan si akhirat secara tidak lansung. Anak-anak yang berkah tentunya adalah anak yang shalehah yang menjadi investasi kebaikan yang terus mengalir meski orang tuanya telah meninggal dunia.Harta yang berkah tentunya harta yang bermamfaat bagi dirinya dan orang lain serta harta yang membantu pemiliknya untuk beribadah mendekat kepada Allah Ar Razzaq.

Dan tentunya dalam riwayat yang lain,disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Baari (4/229) bahwa para perawi hadist ini ada yang meriwayatkan dengan ringkas,dalam riwayat Muslim dari Al Ja'ad,Anas berkata, " aku didoakan dengan tiga doa,dan aku telah melihat dua doa telah terkabulkan di dunia dan aku berharap yang ketiga dikabulkan di akhirat.Yang ketiga ini dijelaskan dalam riwayat Sinan bin Rabi'ah yaitu , WAGHFIR DZAMBAHU ( dan ampunilah dosa-dosanya ).

akhir kata....Doakanlah anak-anak kita dengan doa yang di ucapakan Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wa Salam kepada Anas bin Malik




Saturday, August 10, 2019

Keutamaan Belajar,membaca dan menghafalkan Al-Qur'an

baldatun.thoyyibah.3




Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wa Barakatu..

Pada kesempatan kali ini,kita akan mencoba mendalami dan memahami tentang keutamaan belajar,membaca dan menghafalkan Al-Qur'an.Hal ini didasari oleh pengetahuan dan kesadaran bahwa membaca dan menghafalkan Al-Qur'an itu memiliki keutamaan yang besar.Pembaca dan penghafal Al-Qur'an memiliki kedudukan dan derjad yang tinggi disisi Allah Azza Wa Jalla,serta memperoleh pahala yang besar.Selain itu Al-Qur'an juga akan memberikan syafaat baginya di akhirat nanti.

Terdapat banyak sekali hadist Nabi Salallahu 'Alaihi Wa Salam yang menyebutkan tentang keutamaan membaca Al-Qur'an.Diantaranya hadist yang diriwayatkan oleh bunda Aisyah r.a yang mengatakan bahwa Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wa Salam bersabda ;

"Orang-orang yang mahir membaca Al-Qur'an akan bersama (malaikat) utusan yang mulia nan baik-baik.Adapun orang yang membacanya sambil terbata-bata dan berat membacaya,ia dapat dua pahala". ( H.R Muslim )

Mengingat adanya kedudukun tinggi yang dijanjikan oleh baginda Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wa Salam kepada orang yang mahir membaca Al-Qur'an,beliau pun menganjurkan kepada kita agar selalu membaca Al-Qur'an,karena Al-Qur'an akan menjadi syafaat bagi kita kelak di akhirat,seperti yang diriwayatkan oleh Abu Umamah r.a. bahwa ia berkata," Aku pernah mendengar Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wa Salam bersabda ;

"Bacalah Al-Qur'an karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya" ( H.R. Muslim dan Thabrani )

Makna hadist ini adalah bahwa barang siapa mengikuti dan mengamalkan Al-Qur'an,maka Al-Qur'an akan menjadi pemberi syafaat baginya,dan syafaat itu tentu diterima.Al-Qur'an juga menjadi pembenar atas kejelekan yang ditinggalkannya.

Membaca Al-Qur'an mendatangkan pahala yang besar,bahkan setiap huruf yang kita baca sudah ada kebaikan/pahalanya.Setiap kebaikan itu dilipatgandakan sepuluh kali.Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud r.a. bahwasanya Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wa Salam bersabda ;

"Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah Azza Wa Jalla ( Al-Qur'an ),maka ia memperoleh pahala satu kebaikan dengannya,sedangkan pahala amal kebaikan itu dilipatgandakan sepuluh kali.Aku tidak mengatakan bahwa "alif-lam-mim" itu satu huruf,tetapi "alif" itu satu huruf, "lam" satu huruf,dan "mim" satu huruf tersendiri." ( H.R. Turmudzi,sekaligus mengatakannya sebagai hadist shahih )

Itu adalah pahala yang akan kita petik di akhirat kelak.Adapun ketika di dunia,orang yang membaca Al-Qur'an juga akan memperoleh rahmat dan ketentraman serta dikelilingi oleh para malaikat.Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. yang berkata bahwa Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wa Salam bersabda ;

"Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah Azza Wa Jalla untuk membaca Al-Qur'an dan mempelajarinya diantara mereka,melainkan ketenangan turun kepada mereka,para malaikat mengitari mereka,dan Allah Azza Wa jalla menyebut mereka dihadapan makhluk yang berada disisnya." ( H.R.Muslim,Abu Daud,Ibnu Majah dan Thurmudzi )

Diriwayatkan dari Al-Barra' yang menuturkan bahwa seseorang membaca surat Al-Kahfi.ketika itu,disampingnya ada seekor kuda yang ditambatkan dengan dua utas tali,lalu ada sekumpulan awan yang meliputinya,yang kemudian mendekat dan berputar-putar.Tiba-tiba,kudanya meronta-ronta menjauhi awan tersebut.Pagi harinya,ia mendatangi Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wa Salam,dan menceritakan peristiwa semalam kepada beliau.Beliau pun berkomentar, " itu adalah sakinah ( ketenangan ) yang turun karena Al-Qur'an." Dalam riwayat lain dengan redaksi, " Terus bacalah hai fulan karena awan itu adalah ketenangan yang turun ketika Al-Qur'an dibaca/ketenangan yang turun karena Al-Qur'an." ( H.R. Bukhari Muslim )

Itulah beberapa keutamaan orang yang belajar,membaca dan menghafalkan Al-Qur'an.Dan masih banyak lagi kemuliaan-kemuliaan yang diberikan Allah Azza Wa Jalla kepada hambanya yang mengamalkan Al-Qur'an.dan masih banyak hadist-hadist Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wa Salam yang menerangkan tentang orang-orang yang membaca,belajar dan mengamalkan Al-Qur'an...

Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah Azza Wa jalla yang mengamalkan Al-Qur'an di kehidupan kita sehari-hari,,,,

Amin Ya Robbal Alamin....

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wa Barakatu........



DASAR HUKUM SYARIAT ISLAM

DASAR HUKUM SYARIAT ISLAM Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatu... Syariat Islam  ( Arab :  شريعة إسلامية )  Kata...