
Assalamu’alaikum
warahmatullahi wabaraku...
Berwudhu
merupakan salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan umat Islam jika hendak
melaksanakan Shalat dimanapun ia berada. Seperti yang telah disebutkan dalam
Al-Qur’an ;
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ
وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى
الْكَعْبَيْنِ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ
عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ
فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ
وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَكِنْ
يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Artinya ;
“ Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak
mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan
sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika
kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau
kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak
memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah
mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu,
tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu,
supaya kamu bersyukur “. ( Q S
. Al-Maidah , 6 )
Dan dalam sebuah riwayat dikatakan, Dari Hammam bin Munabbih bahwa ia
mendengar Abu Hurairah berkata, bahwasanya Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi
Wasalam pernah bersabda ; “ Tidak
akan diterima shalat seseorang yang berhadast hingga dia berwudhu.” Seorang
laki-laki dari hadlramaut berkata , ( apa yang dimaksud dengan hadast wahai Abu
Hurairah? ) Abu Hurairah menjawab, “ kentut baik yang bersuara atau tidak.” (
H.R Bukhari ).
Dalam hadist lain dikatakan “ Atau,jika tercium bau atau tidak
“.
Keutamaan Berwudhu
Adapun keutamaan berwudhu,seperti yang telah dikatakan oleh Al laits
dari Khalid dari Sa’id bin Abu Hilal dari Nu’aim bin Al Mujmir berkata, “ Aku
mendekati masjid bersama Abu Hurairah, lalu dia berwudhu dan berkata, “ Aku
mendengar bahwasanya Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasalam bersabda; “Sesungguhnya
umatku akan dihadirkan pada hari kiamat dengan wajah berseri-seri karena sisa
air wudhu,barang siapa diantara kalian yang bisa memperpanjang cahayanya
hendaklah ia lakukan.”
Dan Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasalam juga pernah bersabda ; “ Bersuci itu
sebagian dari iman, Alhamdulillah itu memenuhi timbangan, Subhanallah wal
Hamdulillah pahalanya memenuhi ruang antara langit dan bumi, shalat adalah
cahaya, sadawah adalah bukti keimanan, sabar adalah sinar dan Al-Qur’an adalah
hujjah ( dalil ) bagimu atau dapat menjadi bumerang bagimu, setiap orang itu
pergi menjual dirinya, maka ada orang yang memerdekakan dirinya dan ada yang
menghinakan dirinya.” ( H R. Muslim )
~ Bersuci
Dari Abdurahman bin hasanah,beliau berkata, “ Aku pernah bersama Amru
bin Ash pergi menemui Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasalam ,maka beliau keluar membawa perisai ( dari
kulit ), kemudian pergi buang air kecil bersembunyi dibalik perisai itu, “ maka
kami berkata “ lihatlah, beliau Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasalam buang air
kecil, seperti perempuan yang sedang buang air kecil”. Lalu beliau mendengar
perbincangan kami, maka beliau Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasalam bersabda ; “ Apakah kamu tidak mengetahui
azab yang pernah diterima oleh seorang dari bani Israil? Biasanya, apabila
mereka terkena air kencing, mereka akan memotong bagian yang terkena (percikan
najis) air kencing itu. Lalu orang tersebut melarang mereka ( memotongnya ),
maka dia disiksa dalam kuburnya”. ( H R. Abu Daud ) “ Shahih Mauquuf “
~ Berwudhu
Dari Humran bin Aban,mantan budak Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu,
dia berkata, “ Saya pernah melihat Utsman bin Affan berwudhu.Beliau menuangkan air pada tangannya tiga
kali,mencuci keduanya, lalu berkumur-kumur dan menghirup air kedalam hidungnya,
kemudian mencuci mukanya tiga kali, mencuci tangan kanannya sampai siku tiga
kali, lalu mencuci tangan kirinya seperti itu. Kemudian menyapu kepalanya, lalu
mencuci kaki tangannya tiga kali, dan berikutnya mencuci kaki kirinya. Setelah
itu beliau berkata. ‘ Saya telah melihat Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi
Wasalam berwudhu seperti wudhuku ini.’
Kemudian beliau Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasalam bersabda “ Barang siapa yang berwudhu
seperti wudhuku ini, kemudian mengerjakan shalat ( sunah wudhu ) dua rakaat,
yang dalam kedua rakaatnya itu tidak diselingi dengan pembicaraan lain, maka
Allah mengampuni dosanya yang telah lalu.” ( shahih, Ibnu Majah )
~ Membaca Basmalah Ketika Berwudhu
Dari Abu hurairah radhiyallahu ‘anhu,beliau berkata, Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasalam bersabda “ Tidak sah shalat seseorang yang tidak berwudhu, dan tidak (sempurna)
wudhu orang yang tidak menyebut Asma Allah.” ( Shahih, Abu Daud )
~ Doa Setelah
Berwudhu
Dari ‘Uqbah bin
Amir radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Kami bersama Rasulullah Sallallahu
‘Alaihi Wasalam adalah pelayan bagi diri
kami sendiri, yaitu kami bergantian mengembala unta kami. Ketika giliranku
mengembala unta, pada waktu sorenya aku memasukkan kedalam kandangnya, lalu aku
mendapati Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasalam
sedang menyampaikan khutbah kepada orang banyak. Maka aku mendengar
beliau bersabda ; “ Tiadalah seseorang diantara kamu berwudhu dengan baik,
kemudian dia berdiri mengerjakan shalat ( sunah wudhu )dua rakaat dengan hati
yang khusu’, kecuali sungguh berhak baginya ( masuk ke dalam syurga). “ maka
aku berkata “Bagus! Bagus! Alangkah bagusnya ungkapan ini!” Lalu ada seorang
lelaki di depanku berkata, “ Ungkapan sebelumnya lebih bagus lagi hai ‘Uqbah”,
maka aku memandang kepada orang tersebut, ternyata beliau adalah Umar bin
Khattab radhiyallahu ‘anhu. Aku berkata “ Apakah ungkapan itu wahai Abu
Hafsah?” Beliau menjawab, “ Baru tadi sebelum anda datang, beliau Rasulullah
Sallallahu ‘Alaihi Wasalam bersabda ; “
Tidaklah seorang di antara kamu berwudhu dengan baik, kemudian setelah berwudhu
dia mengucapkan doa ; “Asyhadu anlaa ilaaha illallahu wahdahu laa syarii ka
lahu, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu warasuluhu”,( Aku bersaksi, bahwa
tidak ada tuhan selain Allah yang Esa, tidak ada sekutu baginya, dan aku
bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya),” melainkan dibukakan
baginya pintu-pintu syurga yang delapan, dia boleh masuk dari pintu mana saja
yang dia inginkan.” ( Shahih ; Muslim )
~Tayamum
Dari ‘Aisyah isteri
Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasalam, ia berkata, “ Kami keluar bersama
Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasalam dalam salah satu perjalanan yang
dilakukannya. Hinga ketika kami sampai di Baida’, atau tempat peristirahatan
pasukan, aku kehilangan kalungku. Maka Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasalam
dan para sahabatnya mencarinya sementara mreka tidak berada di dekat air.
Orang-orang lalu datang kepada Abu Bakar Ash Shidiq seraya berkata, ‘Tidakkah
kamu perhatikan apa yang telah diperbuat oleh ‘Aisyah? Dia telah membuat
Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasalam dan orang-orang tertahan ( dari
melanjutkan perjalanan ) padahal mereka tidak sedang berada dekat air dan
mereka juga tidak memiliki air! ‘Lalu Abu Bakar datang sedangkan saat itu
Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasalam meletakkan kepalanya di pahaku. Abu Bakar
lalu memarahiku dan mengatakan sebagaimana yang dikehendaki Allah untuk ( Abu
Bakar ) mengatakannya. Ia menusuk lambungku, dan tidak ada yang menghalangiku
untuk bergerak (karena rasa sakit) kecuali karena keberadaan Rasulullah
Sallallahu ‘Alaihi Wasalam yang di pahaku.” Kemudian Rasulullah Sallallahu
‘Alaihi Wasalam bangun diwaktu yang subuh dalam keadaan tidak memiliki air.
Allah Ta’ala kemudian menurunkan ayat tayamum, maka orang-orang pun
bertayamum.” Usaid bin Al Hudlair lalu berkata, “Tidaklah ‘Aisyah keuali awal
dari keberkahan keluarga kamu wahai Abu Bakar!” ‘Aisyah berkata, “ kemudian
onta yang aku tunggangi berdiri yang ternyata kami menemukankalungku berada
dibawahnya.” ( H R.Bukhari ; 322 )
Adapun Ayat dari
Al-Qur’an yang mengatakan tentang tayamun dapat kita lihat di atas ( Q S .
Al-Maidah , 6 )
Sekian dulu yang dapat kami sampaikan..
Assalamu’alaikum Warahmautullahi wabarakatu....
No comments:
Post a Comment