Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatu...
Dr.Abdullah Mulhim pernah mengatakan ;"Sebenarnya setiap orang bisa mewujudkn mimpi-mimpinya dengan cara mengubah pola pikirnya." kita dapat melihat berbagai keberhasilan yang diraih oleh orang-orang dengan usia yang sangat lanjut dimata kita untuk sebuah Proyek" Menghafal Al-Qur'an" ternyata telah terbukti keberhasilannya. itulah yang dialami oleh figu-figur yang akan kita tampilkan dibagian ini.
Inspirasi yang dapat kita ambil adalah ; Jangan pernah mengatakan "susah","berat",apalagi "mustahil" untuk mewujudkan mimpi menjadi orang yang hafal Al-Qur'an bagaimanapun usia kita.Banyak kakek dan nenek yang telah membuktikan dirinya berhasil mewujudkan mimpinya menjadi penghafal Al-Qur'an. padahal,kondisi mereka sebenarnya tidak lagi bisa disebut konduksif untuk mencapai mimpinya.
Inilah beberapa kakek-nenek penghafal Al-Qur'an :
1. Malik Muhammad Abdullah Malik ( Hafal Al-Qur'an saat usia 60 )
Sudah 15 tahun lamanya mengikuti halaqah Al-Qur'an tanpa rasa jemu dan tanpa sedikitpun merasa malu,ia bersaing dengan cucunya dalam menghafal Al-Qu'an.kakek yang bekerja sebagai sopir ini mencurahkan seluruh waktu untuk menghafal Al-Qur'an. "Seluruh dunia bagiku adalah Hafidz Al-Qur'an,baik di Majma (tempat Halaqah Al-Qur'an),di rumah,di jalan dan di tempat kerja ( sopir )." kata kakek yang sudah berusia lanjut ini.
Kakek ini berpendapat bahwa Satu-satunya kesulitan dalam menghafal Al-Qur'an adalah tidak adanya keinginan dan tekad yang kuat. ia pun melontarkan pertanyaan yang sangat menyentuh; "Siapa sih,diantara kita yang tidak pernah bermimpi untuk hidup bersama Al-Qur'an,lebih-lebih ketika sudah sampai pada usia senja? Tentu saja,pada saat-saat seperti ini ia memerlukan pendamping dan temanyang sangat dekat,disamping memerlukan istirahat yang benar-benar menjadikan hatinya nyaman (maksudnya;Al-Qur'an / senantiasa membaca Al-Qur'an). hal itu tidak bisa ditandingi / diwakili dengan sekedar duduk-duduk bersama teman dan menyaksikan acara yang ada di layar kaca".
2.Abdullah Muhammad Musa ( Hafal Al-Qur'an saat usia 70 )
kakek ini tercatat sebagai salah seorang Hafidz tertua di kota Jeddah. ia lulus dari sebuah Halaqah Tahfidz Al-Qur'an khusus dewasa di pusat pengapdian masyarakat yang terdapat di kotanya. Barangkali kebanyakan orang yang seusia dengannya/bahkan yang lebih muda darinya,akan mengatakan bahwa menghafal dalam usia tua akan sia-sia,/tidak akan ada hasilnya,dengan alasan ingatan yang sudah semakin lemah. Bahkan ada pepatah yang mngatakan "Belajar (menghafal) diwaktu kecil bagai mengukir diatas batu,sedangkan belajar (menghafal) diusia senja laksana melukis diatas air." Pepatah ini sebenarnya apabila disampaikan kepada anak muda agar ia menjadi lebih bersemangat untuk terus belajar.Akan tetapi,jika ditujukan kepada kaum dewasa/tua,terkadang justru menjadi "PEMBUNUH" semangat untuk terus belajar,malahan sering dijadikan sebagai alasan untuk berhenti melakukan hal-hal yang positif,termasuk menghafal Al-Qur'an.
Kakek ini pernah ditanya; apakah tidak mendapat kesulitan mengingat usia yang sudah terbilang senja seperti itu? Ia menjawab." Tentu saja aku mendapat kesulitan,terutama dalam masalah Makharijul huruf dan Tajwid.adapun urusan pengahafalan,Alahamdulliah aku sama sekali tidak mendapatkan kesulitan.pertama-tama aku mengawali kegiatan menghafal Al-Qur'an dibawah bimbingan Syekh Abdullah Abdul Husain,seorang tahfidz berijazah di Masjid Raya Abdul Aziz.Aku belajar dari beliau di Masjid tersebut dan berhasil menghafal Al-Qur'an dihadapan beliau sebanyak 10 juz.setelah itu,aku berpindah ke Masjid Shalah Karamah.disitulah aku menyelesaikan hafalan hingga rampung 30 juz dalam kurun waktu dua setengah tahun."
3.Muhammad Abdulah Quddus Shiddiqi ( Hafal Al-Qur'an saat berusia 57 tahun )
Ia hanyalah seorang lelaki tua yang merantau di negri orang dan tinggal sementara di kota Jeddah,saudi Arabi.kisah kegiatannya dalam mengahafal Al-Qur'an dimulai dengan keikutsertaannya dalam sebuah Halaqah Al-Qur'an dibawah bimbingan Syekh Muhammad Syabir Habib,seorang guru di Asosiasi Al-Qur'anul Karim ( Jam'iyyatul Qur'anil Kariim ) di Jeddah. dan berhasil mengahafal Al-Qur'an 30 juz dalam kurun waktu 2 tahun.
Salah satu rahasia yang ia ungkapkan berkenaan dengan kemampuannya didalam menghafalkan Al-Qur'an dalam masa yang terbilang pendek bagi orang seusianya,ia bercerita;" Aku senantiasa banyak bersalawat kepada Nabi.Aku juga tidak lupa mendoakan ibuku yang ketika itu usianya sudah mendekati seratus tahun.Ia sangat senang ketika aku menyelesaikan hafalan Al-Qur'an.bahkan,ia mengungkapkan kepadaku bahwa ia akan meninggal dalam keadaan sangat bahagia dengan prestasi yang aku raih saat ini,yaitu menjadi Hafihz Al-Qur'an.kini,ibuku telah tiada,meninggal sekitar dua bulan yang lalu.Semoga Allah memberikan rahmat dan ampunan kepadanya".
itulah beberapa contoh, bahwasanya usia tidak menghalangi seseorang untuk menjadi penghafal Al-Qur'an, dengan niat yang kuat siapa pun bisa menjadi penghafal Al-Qur'an walaupun sudah tidak muda lagi.
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatu.........
Menjadikan Generasi yang islami dan menjunjung tinggi nilai-nilai agama,yang berpedoman kepada Al-Qur'an dan Hadist.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
DASAR HUKUM SYARIAT ISLAM
DASAR HUKUM SYARIAT ISLAM Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatu... Syariat Islam ( Arab : شريعة إسلامية ) Kata...
-
Kampung Tahfizh Baldatun Thoyyibah adalah sebuah lembaga pen...
-
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatu... Dr.Abdullah Mulhim pernah mengatakan ;"Sebenarnya setiap orang bisa mewujudkn mimpi...
-
DASAR HUKUM SYARIAT ISLAM Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatu... Syariat Islam ( Arab : شريعة إسلامية ) Kata...
No comments:
Post a Comment