Friday, August 30, 2019

AL-QUR’AN SEBAGAI PEDOMAN




Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wa Barakatu...

Cukuplah bagi kita sebagai generasi umat Islam saat ini, sebagai umat nabi Muahammad yang teristimewa,meyakini dengan sepenuh hati bahwa  Al-Qur’an sebagai sebaik-baik petunjuk hidup,sumber kebahagian dan keselamatan ,meyakini dan meridhoi semua hal-hal yang telah Allah atur dalam Al-Qur’an yang mulia.

Allah berfirman dalam surat (AL-BAQARAH ayat 1-2 )  
                                                                                                                                                                                                                                   الم    ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ 

Artinya:

 Alif Lam Mim..kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya,petunjuk bagi mereka yang bertakwa.

Kalau kita meyakini islam sebagai agama yang benar disisi Allah pasti meyakini pula wahyu Allah yakni Al-Qur’an dan meyakini pula nabi yang membawanya yakni nabi Muhammad SAW. Lantas bagi kita sebagai penerus perjuangan islam apa percaya saja sudah cukup bagi kita…?

Perlu diketahui bahwa tidak diterima amal shaleh tanpa iman,dan tidak pula dianggap iman tanpa amal shaleh. keduanya kata nabi harus jalan seiring. iman ibarat akar pohon,dan amal shaleh adalah buahnya. buah  yang  banyak dan manis adalah bukti dari kesuburan pohon, dan pohon yang kuat menyebabkan terawatnya buah yang baik.

Oleh sebab itu, keiman dan perbuatan sangat erat hubungannya. kata amal selalu disertai penyebutannya dengan keimanan dalam sebagian besar dari ayat-ayat Al-Qur’an. Allah berfirman dalam surah (AL-BAQARAH ayat 25)

Artinya: 

Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka disediakan surga-surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai. setiap kali mereka diberi rezki buah-buahan dari surga, mereka berkata ; inilah rezki yang diberikan kepada kami dahulu. merka telah diberi buah-buahan yang serupa . dan disana mereka memperoleh pasangan-pasangan yang suci. mereka kekal di dalamnya..

Dan dalam hadis yang diriwayatkan oleh ( HR.Ath-Thabrani ) rasulullah pernah bersabda : Allah tidak menerima iman tanpa amal perbuatan dan tidak pula amal perbuatan tanpa iman.

Setelah beriman maka beramal shaleh harus berpedoman kepada Al-Qur’an sebagai jalan hidup, artinya Al-Qur’an sebagai landasan utama setiap amal/langkah kita hidup di dunia ini, mencakup segala hal : pola berfikir, cara bersikap dan bertingkah laku, amaliah ibadah baik yang fardhu maupun yang sunah
1.       .~ Pola berfikir yang sehat

Adalah pola berfikir yang sesuai dengan Al-Qur’an dan tidak menyimpang dari Al-Qur’an, pola fikir yang terbimbing dari Allah melalui guru yang shaleh. sebagai generasi yang terpilih jauhkan diri kita berfikir bebas yang mengarahkan diri pada kesesatan, kemusyrikan dan penentangan terhadap Al-Qur’an . penyakit yang menggejala saat ini orang – orang tidak pernah menyaring apa-apa yang telah diterimanya tanpa bertanya kepada ahlinya. hendaklah seseorang itu mencari bekal ilmu agama yang menyeluruh dengan bertanya kepada guru, ulama, kyai, ustad/ustazah yang sholeh dan duduk di majelis ilmu islam.
                                                                                   
2.      ~ Cara bersikap dan bertingkah laku

Yaitu kita sebagai generasi muda menggunakan pedoman kepada Al-Quran dalam bersikap dan bertingkah laku/dengan kata lain kita memelihara akhlak yang Qur’ani. Nabi Muhammad adalah cerminan akhlak Qur’ani. sebagaimana firman Allah dalam surat  ( Al-Ahzab ayat 21 )ا

 Artinya :

Sesungguhnya, telah ada pada  (diri ) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu ( yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat ) Allah dan  ( kedatangan ) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah. 

Dengan mengikuti akhlak nabi Muhammad berarti kita telah berakhlak yang Qur’ani, kita berbakti kepada orang tua, menyayangi keluarga, menghormati tetangga, mendo’akan sesame muslim adalah sebagian dari akhlak yang diajarkan oleh Nabi.

3.     ~  Memelihara amaliah ibadah baik yang wajib maupun yang sunah,

      keduanya senantiasa kita jaga secara istiqomah hingga akhir hayat, dan kita jalankan pula dengan secara istiqomah, karena istiqomah lebih baik daripada 1000 qaromah  istiqomah khoirum min alfi qaromah”. dan semua hanya mengharapkan ridho Allah.

Menjadikan Al-Qur’an menjadi jalan hidup,  juga berarti kita harus senantiasa mempelajarinya tanpa bosan-bosan dan mengamalkannya, belajar dari buaian hingga liang lahat. dan kita akan menjadi sebaik-baik manusia. ”khoirukum man ta’allamal qur’an wa’allamahu” sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.

Singkat kata inti pembahasan ini agar mudah kita ingat. menjadikan Al-Qur’an sebagai jalan hidup adalah memelihara amal kebaikan yang di ajarkan oleh rasulullah secara istiqomah, karena Allah yang didahului dengan keimanan, serta memelihara yang 3: menjaga pola berfikir yang sehat sesuai dengan Al-Qur’an dan sunah dengan belajar ilmu agama dengan guru yang shaleh, berbudi pekerti Al-Qur’an yakni akhlak rasul, dan menjaga keistiqomahan dalam beribadah, yang wajib maupun yang sunah.

Semoga dapat bermanfaat, ”billahitaufiqwalhidayah, ihdinassirotalmustakim

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wa Barakatu

No comments:

Post a Comment

DASAR HUKUM SYARIAT ISLAM

DASAR HUKUM SYARIAT ISLAM Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatu... Syariat Islam  ( Arab :  شريعة إسلامية )  Kata...